Chapter Special : Creative Writing
Assalamualaikum Wr. Wb
“Dari pengalaman kamu
akan mendapatkan ide dan inspirasi, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, jika
tidak unggul dalam pengalaman, maka bacalah sesuatu. Itu akan membantu kamu
dalam berkreasi” - Nurudin M.Si
Selasa (13/03), KASKUS Kreator mengadakan seminar di UMM dengan
tema “Kreator Muda di Era Digital”. Bintang tamu dari seminar kali ini yaitu
mas Naufal, mas Ewing, dan dosen kami tercinta yaitu bapak Nurudin M.Si, juga
ada perwakilan dari KASKUS itu sendiri yaitu mas Yudha dan mas Domi.
Pembahasan tentang penulisan konten dalam sisi penulis dan
konten kreator dan KASKUS sebagai wadah yang dapat digunakan untuk membagikan
konten yang kita buat. Dari semua yang dipaparkan tadi akan saya ringkas
menggunakan perspektif saya.
Sebuah tulisan atau konten yang bagus adalah konten yang
dibuat melalui riset yang baik. Akan memunculkan hasil yang berbeda jika kita
kekurangan data tentang apa yang akan kita tulis. Selain itu konten yang unik
juga dapat menarik perhatian penikmatnya. Isi yang mudah dipahami dan
penyampaian yang bagus, serta pemilihan topik yang tepat akan membuat cerita
memiliki nilai tambah. Jangan lupa juga kita harus tau tentang siapa yang akan
menjadi penikmat konten kita. Karena tidak semua konten dapat diserap oleh
semua kalangan. Setiap tulisan punya pasarnya tersendiri.
Mengambil contoh dari Mas Ewing atau biasa disebut EwingHD adalah seorang konten kreator di youtube yang memilh genre horor sebagai ciri khasnya karena hal itu memang disukai mas ewing, dari hal yang dia suka dia membuat sebuah konten yang dibalut dengan gaya penyampaian yang berbeda, dan dia juga lebih enjoy dengan apa yang dia buat. Dengan begitu dia memiliki ciri khas dimata khalayak umum sebagai salah satu konten kreator horor di indonesia. #MalamJumat menjadi titik balik berkembangnya channel EwingHD. Banyak respon positif yang dia dapat ketika membuat konten #MalamJumat. Respon baik inilah yang membuat mas Ewing tetap konsisten dalam membuat konten horor setiap minggunya. Konsistensi juga penting dalam membuat suatu karya. "Gw ingin banget konsisten dalam pembuatan #MalamJumat tapi ya ada suatu hal yang harus gw kerjain juga misal shooting dan lain hal. Kalau gw gak sakit parah atau jatuh masih gw usahain untuk bikin #MalamJumat itu" kata mas Ewing.
Saya pribadi adalah orang yang tidak terlalu menyukai horor, tetapi saya menikmati konten #MalamJumat yang dibuat oleh mas ewing. Karena dia menguak konteks horor yang belum saya ketahui sebelumnya. Pemilihan kata atau bahasa yang dia gunakan juga mudah untuk dicerna oleh orang yang tidak begitu menikmati horor seperti saya. Ditunggu selalu karya-karya selanjutnya untuk Mas Ewing, mas Naufal dan bapak nurudin juga. Semoga ada kesempatan untuk menikmati konten dan tulisan yang kalian berikan lagi. SemangArt !!!
Mengambil contoh dari Mas Ewing atau biasa disebut EwingHD adalah seorang konten kreator di youtube yang memilh genre horor sebagai ciri khasnya karena hal itu memang disukai mas ewing, dari hal yang dia suka dia membuat sebuah konten yang dibalut dengan gaya penyampaian yang berbeda, dan dia juga lebih enjoy dengan apa yang dia buat. Dengan begitu dia memiliki ciri khas dimata khalayak umum sebagai salah satu konten kreator horor di indonesia. #MalamJumat menjadi titik balik berkembangnya channel EwingHD. Banyak respon positif yang dia dapat ketika membuat konten #MalamJumat. Respon baik inilah yang membuat mas Ewing tetap konsisten dalam membuat konten horor setiap minggunya. Konsistensi juga penting dalam membuat suatu karya. "Gw ingin banget konsisten dalam pembuatan #MalamJumat tapi ya ada suatu hal yang harus gw kerjain juga misal shooting dan lain hal. Kalau gw gak sakit parah atau jatuh masih gw usahain untuk bikin #MalamJumat itu" kata mas Ewing.
Saya pribadi adalah orang yang tidak terlalu menyukai horor, tetapi saya menikmati konten #MalamJumat yang dibuat oleh mas ewing. Karena dia menguak konteks horor yang belum saya ketahui sebelumnya. Pemilihan kata atau bahasa yang dia gunakan juga mudah untuk dicerna oleh orang yang tidak begitu menikmati horor seperti saya. Ditunggu selalu karya-karya selanjutnya untuk Mas Ewing, mas Naufal dan bapak nurudin juga. Semoga ada kesempatan untuk menikmati konten dan tulisan yang kalian berikan lagi. SemangArt !!!
Nah kali ini author juga mau membagi tulisanya nih gaes... semoga terhibur.
CERPEN
MENGUKIR SENJA
Ciptaan : Ryan Faturrahman
MENGUKIR SENJA
Ciptaan : Ryan Faturrahman
Hari itu, dimana warna jingga
menampakkan wujudnya. Ku melihat sosok yang berdiam diri sembari memandang
senja di tepi pantai, pandangannya terfokus kepada matahari yang mulai
menyembunyikan diri. Terlihat dia tersenyum dan entah mengapa itu menyejukkan
hati. Summer Dress dengan motif bunga
yang ia gunakan melengkapi keindahannya pada saat itu. Aku hanya terfokus
padanya, bukan pada senja yang berubah menjadi malam. Aneh, tapi aku suka.
Ingin ku mendekati tapi otak ku tidak
sejalan dengan kata hati.
Keesokan harinya, ku mendatangi
tempat yang sama. Berharap bisa bertemu untuk yang kedua kalinya. Ku sudah
menyiapkan diriku kali ini. Dan benar, hari ini pun sama, dia memandangi senja.
Duduk menghadap kearah cahaya jingga dan membentuk jarinya seperti lingkaran. Sempat
sifat pecundangku muncul, tapi aku bisa membuangnya kali ini. Aku memberanikan
diri menemuinya dan sekedar berbincang kecil dengannya.
“Permisi mbak, boleh duduk disampingnya gak?” ujarku dengan lembut.
“Oh iya iya boleh kok mas.” Sautnya.
“Dari kemarin saya liat mbak mesti duduk disini, emang spotnya enak yah
mbak?”
“Hahaha kok mas merhatiin banget yah.” Jawabnya diakhiri senyuman
manis.
“Hahaha, eh by the way kita belom
kenalan nih, Kenalin Namaku Lana” ujarku dengan pedenya.
“Oh mas Lana, panggil aku Sani aja mas” jawab Sani.
“Kok dipanggil mas seh, Lana aja loh San” kataku sambil tersenyum.
“Iya Lan iya, kamu emang sering ke pantai ini yah?” tanya Sani.
“Biasanya sepulang aku kerja sih, aku
suka ngeliat sunset di pantai ini, gak tau kenapa itu bikin rasa lelah aku jadi
hilang gitu, kalau kamu?” ujarku sambil memandang kearah senja.
“Aku suka sama nuansa di pantai ini,
tidak terlalu sepi juga tidak terlalu ramai, dan aku bisa melihat matahari
terbenam dengan indahnya.” Jawab Sani.
Aku sempat menatap wajahnya yang
menghadap kearah senja, ditambah hembusan angin yang membuat rambut panjangnya
terombang-ambing layaknya ombak di lautan. Dari percakapan kecil itu kami mulai
dekat hingga bertukar nomor telfon. Tetapi selama bertemu dan berkomunikasi aku
belum pernah menyatakan perasaanku padanya. Kami masih sering bertukar pesan
walaupun jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Hingga suatu hari, Sani mulai
tidak menghubungiku. Kucoba untuk menghubunginya tetapi yang kudapat hanya
ocehan “Nomor yang anda masukkan sedang sibuk”. Aku memutuskan ke pantai untuk
menenangkan diriku disana. Aku berfikir, mungkin dia sedang sibuk dengan
pekerjaannya, atau mungkin sedang berlibur dengan keluarganya. Tetapi biasanya
dia masih sempat untuk memberitahuku melalui SMS. Mungkin ini yang disebut
dengan rindu dan khawatir padahal aku bukan siapa siapanya.
Keesokan harinya, aku menuju
pantai itu lagi, berharap dia ada disana. Lalu sebelum pintu masuk pantai, seorang
security tiba-tiba memanggilku.
“Mas yang sering bareng mbak yang suka pake daster pendek itu kan ya?”
tanya security itu.
“Daster pendek pak? Daster pendek.. yang kayak gimana ya pak?” tanyaku
kebingungan.
“ituloh yang ada motif bunga nya mas
biasanya kan bareng mas duduk di situ” kata security sambil menunjuk spot
favorit Aku dan Sani.
“Woalah, Summer Dress itu pak
namanya bukan daster pendek” jelasku.
“Oh iya mas, semer des itu” jawab security.
“loh kenapa pak memangnya? Bapak ngeliat
dia tadi kesini kah? Apa udah pulang?” tanyaku dengan penasaran.
“Enggak mas, saya cuman mau tanya
keadaannya, apakah sudah mendingan sekarang?” tanya security.
“Keadaan apa ya pak maksudnya?” tanyaku makin bingung.
“Mas e gimana seh, ya keadaan mbaknya
mas, yang kecelakaan tiga hari lalu, pas mau nolongin anak kecil itu loh” jelas
security.
“Kecelakaan pak ? Kapan pak? Sekarang
dia ada dimana? Pantas saja tidak ada kabar Ya Tuhan..” jawabku kaget.
“Loh loh loh loh.. masnya berarti nggak-..” ujar security yang belum
selesai berbicara.
“Tolong pak kasih tau tempat dimana
dia dirawat, saya mau langsung kesana” potongku sebelum security itu selesai
bicara.
“Anu mas.. di RS. Soekarno Jaya mas, ketika
saya menemani mengantar kalau tidak salah di ruangan Bunga Matahari nomer 20. Tidak
lama setelah itu saudaranya datang jadi saya langsung balik kesini mas.” Jelas
security.
“Makasih pak.. makasih banyak sudah mau memberitahu saya”
Tanpa pikir panjang aku langsung
menuju ke rumah sakit tempat dimana Sani dirawat. Selama perjalanan yang
kupikirkan hanya keadaannya. Sempat pula aku menangis karena aku tidak ada
disana pada waktu itu untuk menolongnya.Sesampainya di rumah sakit, aku bergegas mencari ruangan
yang diberitahu bapak security tadi. Hingga aku melihat ruangan di sebelah
ruangan ICU dan tampak dua orang menunggu diluar ruangan itu. Ku hampiri mereka
lalu ku memperkenalkan diriku. Ternyata mereka adalah orang tua Sani. Ini pertama
kalinya aku bertemu dengan orang tuanya, memang terkesan tidak bagus bertemu di
rumah sakit. Aku berbincang dengan mereka sambil menunggu hasil pemeriksaan
dokter. Ibunya Sani lalu mengatakan sesuatu padaku.
“Nak, tolong jangan jauhi Sani yah,
mungkin ada sedikit perubahan di fisiknya, ibu tau kamu orang yang baik karena Sani sering cerita
sama ibu.” kata ibu sani sambil berlinang air mata.
“Iya bu, saya tidak akan menjauhi dia”
jawabku dengan serius.
Setelah pemeriksaan selesai dan dokter pun keluar dari
ruangan itu, aku bergegas memasuki ruangan tersebut dan ku melihat orang yang
menemaniku dikala senja sedang terkapar tak berdaya dengan matanya ditutup
perban, tangannya di infus, dan banyak goresan luka kecil ditangan kanannya.
Entah mengapa tiba-tiba air mataku mengalir. Aku sempat ingin menyalahkan
diriku, karena tidak ada disampingnya ketika dia mengalami hal ini. Tetapi suara
indahnya masih saja bisa menenangkanku.
“Sudah lan.. jangan nangis terus, kan
udah terjadi juga, gak usah nyalahin diri kamu sendiri. Mungkin ini memang
jalan Tuhan untukku, aku juga ikhlas akan apa yang sudah terjadi kok.” Ucap Sani
dengan senyuman manisnya.
Sejak saat
itu, aku membulatkan tekadku dengannya.
Setelah Sani
mulai bisa berjalan, aku mengajaknya ke pantai tempat kita biasa melihat senja.
Hatiku tergerak untuk menyatakan perasaanku kepadanya. Lalu aku dan Sani duduk
di tempat kita pertama kali bertemu. Aku langsung melamarnya pada saat itu
juga. Aku lalu mengeluarkan kotak yang berisi cincin dan melamarnya ditengah
senja yang sering dia peragakan menggunakan jari-jarinya.
“Aku gak ingin kehilangan momen
dimana aku bisa menjagamu pada saat itu, aku gak ingin hal itu terjadi lagi”
ucapku dengan serius.
“Ta-tapi kenapa aku? Bukankah masih
banyak wanita yang lebih pantas untukmu Lan, kamu liat fisik aku, sekarang
mataku buta, aku bahkan tidak bisa melihat kamu lagi.” Tanya Sani sedih sambil
menutup mulutnya.
“Mencari kesempurnaan mungkin bisa
saja, tetapi aku lebih suka melengkapi kekurangan, dan menjadikannya sempurna.
Jadi tolong terima lamaranku ini. Will you marry me?” Ucapku padanya.
“Y-yaa" jawab Sani terharu.
Jika hati sudah menetapi, tidak bisa kita pungkiri.
Seperti senja, senja akan selalu ada dan terus ada. Kuharap, aku bisa menjadi senja
yang berada disampingnya, yang akan menemaninya hingga akhir dunia.
Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
0 komentar :
Posting Komentar