Maret 2018

Kamis, 29 Maret 2018

Chapter IV : Hakekat dan Prinsip Pers


Assalamualaikum Wr. Wb


Hello netizen... welcome to chapter IV, YEAY!!!

So i’m going to tell you about journalistic education that i get this morning. Eh kok malah sok inggris yah.. hahahaha cekidott aja..

Tau gak sih kalau PERS merupakan kekuatan keempat dari demokrasi?

Author sendiri juga baru tau tadi ketika hal ini disampaikan oleh Bu Winda bahwa PERS merupakan kekuatan keempat dari demokrasi. Oke mungkin ada yang belum tau kekuatan demokrasi apa saja.

1. Eksekutif
2. Legislatif
3. Yudikatif
4. PERS

Mengapa pers bisa masuk dalam kekuatan keempat demokrasi?

Karena PERS dapat mengkonstruksi dan pengkontrol sosial / kebijakan-kebijakan pemerintah. PERS memiliki kekuatan untuk mengiring opini publik.

KONSEP PERS :

PERS adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, mencari, mengolah, dan meyampaikan informasi.

KONSEP PERS DI INDONESIA :

PERS Pancasila merupakan PERS yang bebas dan bertanggung jawab. Maksudnya adalah PERS bebas mengemukakan pendapat lisan maupun tulisan tetapi juga harus berani bertanggung jawab berdasarkan kode etik jurnalistik, norma,hukum, dan pilar profesionalisme.

PERS SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN SOSIAL DAN BISNIS :

Haris Sumadiria mengatakan, pers akan kokoh jika bertumpu pada pilar penyangga utama :
1. IDEALISME (menegakkan nilai demokrasi dan HAM. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran)
2. KOMERSIALISME (pers harus kuat dan seimbang. Pers tidak boleh rugi, harus untung)
3. PROFESIONALISME (paham yang menilai tinggi keahlian profesional)

PERS SEBAGAI LEMBAGA SOSIAL / KEMASYARAKATAN :

1. Sebagai lembaga/sosial permasyarakatan pers melakukan social control.
2. Dipengaruhi oleh sistem-sistem sosial yang lain.

HAL YANG HARUS DIYAKINI DAN DILAKUKAN UNTUK MENJADI PERS PROFESIONAL :

1. Memiliki keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman.
2. mendapat gaji yang layak sesuai keahlian.
3. terikat moral dan etik.
4. bergabung dengan organisasi pers.
5. memiliki kecintaan pada profesi, tidak semua orang bisa menjalankan profesi ini.

CIRI PERS :

1. Periodesitas : pers harus terbit secara teratur. Berdasarkan periodesitas, dan harus konsisten dalam pilihan penerbitannya.
2. Publisitas : pers ditujukan pada khalayak heterogen baik secara geografis dan psikografis.
3. Aktualitas : informasi yang disampaikan harus mengandung unsur kebaruan, baik dari sisi aktualitas kalender, aktualitas waktu, dan aktualitas masalah.

FUNGSI PERS :

1. Fungsi Informasi (to inform).
2. Fungsi Edukasi (to educate).
3. Fungsi Menghibur (to entertain).
4. Fungsi Mempengaruhi (to influence).
5. Fungsi Menghubungkan dan menjembatani (to mediate).
6. Fungsi Control Social.

TAHU GAK SIH?

Ada 4 tipe jurnalis berdasarkan pengalaman yang dialami oleh Bu Winda selama berkarir di dunia jurnalistik loh.
1. Jurnalis Media Mainstream (Terkenal) yang on the right track. Maksudnya adalah jurnalis yang bila dikasih sangu tidak mau dan bila tidak dikasih pun tidak meminta.
2. Jurnalis Media Mainstream yang bila dikasih sangu mau tapi bila tidak dikasih tidak meminta.
3. Jurnalis Media yang bila dikasih uang mau tapi bila tidak dikasih minta.
4. Nah ini yang Jurnalis Barbar menurut author. Jurnalis media abal-abal yang memang hanya mencari “Amplop”. Bila dikasih mau bila tidak dikasih minta. Biasanya sering disebut Jurnalis Bodrek.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.

Wassalamualaikum Wr. Wb. 

Kamis, 22 Maret 2018

Chapter III : Teori Pers Otoriter


Assalamualaikum Wr. Wb

Hello gaes... welcome to chapter III of this season.. yeay!!
kali ini author akan membahas tentang Teori Pers Otoriter nih. cekidottt gannn and sisss

PENGERTIAN PERS :

Pers berasal dari perkataan Belanda pers yang artinya menekan atau mengepres. Kata pers merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atau mengepres. Pers dalam arti kata sempit yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti kata luas adalah yang menyangkut kegiatan komunikasi baik yang dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televisi, maupun internet. (Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat. 2016. JURNALISTIK : Teori dan Praktik. Bandung :PT REMAJA ROSDAKARYA).

TEORI PERS OTORITER

Teori ini merupakan teori yang paling tua diantara teori yang lain. Teori ini sudah muncul sebelum masa renaisan eropa. Teori Pers otoriter adalah teori pers yang segala tindakan dikuasai oleh negara. Oleh karena itu kebebasan pers tidak diperlukan. Pers hanya boleh memberitahukan hal-hal yang menurut negara benar. Bahkan media asing juga diatur dan dikendalikan seperti media-media yang ada di negara tersebut. Prinsip dari teori ini adalah negara memiliki kedudukan lebih tinggi daripada individu dalam skala nilai kehidupan sosial. 

  • Ciri – ciri Teori Otoriter :

  1. Semua tentang kejelekan / penyimpangan dari yang berkuasa akan ditiadakan dan wartawan tidak memiliki haknya sebagai jurnalis.
  2. Media akan selamanya tunduk pada pemerintah.
  3. Media tidak dapat merusak wewenang pemerintahan.
  4. Media menghindari pertentangan moral dan politik.

  • Keuntungan Teori Otoriter :

  1. Media lebih terkontrol
  2. Menghindari persaingan antar media.
  3. Pemerintah dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan pemberitaan jelek terhadap mereka.
  4. Penyebaran berita hoax dan semacamnya dapat diatasi dengan mudah karena pemerintah memegang kendali sepenuhnya terhadap pers.

  • Kekurangan Teori Otoriter :

  1. Tidak ada kebebasan pers.
  2. Media hanya jadi alat kepentingan pemerintah.
  3. Tidak ada nilai universal dalam pers.
  4. Masyarakat tidak bebas mengkritik pemerintah sehingga akan sulit mengalami kemajuan.


Teori ini tanpa disadari banyak digunakan oleh negara-negara maju sekarang ini seperti Portugal, Cina, Spanyol dan banyak negara di asia dan amerika selatan. Berarti untuk bisa sejajar dengan negara-negara maju, sistem otoritarian cocok untuk digunakan.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.


Wassalamualaikum Wr. Wb. 


Selasa, 13 Maret 2018

Chapter Special : Creative Writing


Assalamualaikum Wr. Wb

“Dari pengalaman kamu akan mendapatkan ide dan inspirasi, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, jika tidak unggul dalam pengalaman, maka bacalah sesuatu. Itu akan membantu kamu dalam berkreasi” - Nurudin M.Si

Selasa (13/03), KASKUS Kreator mengadakan seminar di UMM dengan tema “Kreator Muda di Era Digital”. Bintang tamu dari seminar kali ini yaitu mas Naufal, mas Ewing, dan dosen kami tercinta yaitu bapak Nurudin M.Si, juga ada perwakilan dari KASKUS itu sendiri yaitu mas Yudha dan mas Domi.

Pembahasan tentang penulisan konten dalam sisi penulis dan konten kreator dan KASKUS sebagai wadah yang dapat digunakan untuk membagikan konten yang kita buat. Dari semua yang dipaparkan tadi akan saya ringkas menggunakan perspektif saya.

Sebuah tulisan atau konten yang bagus adalah konten yang dibuat melalui riset yang baik. Akan memunculkan hasil yang berbeda jika kita kekurangan data tentang apa yang akan kita tulis. Selain itu konten yang unik juga dapat menarik perhatian penikmatnya. Isi yang mudah dipahami dan penyampaian yang bagus, serta pemilihan topik yang tepat akan membuat cerita memiliki nilai tambah. Jangan lupa juga kita harus tau tentang siapa yang akan menjadi penikmat konten kita. Karena tidak semua konten dapat diserap oleh semua kalangan. Setiap tulisan punya pasarnya tersendiri.

Mengambil contoh dari Mas Ewing atau biasa disebut EwingHD adalah seorang konten kreator di youtube yang memilh genre horor sebagai ciri khasnya karena hal itu memang disukai mas ewing, dari hal yang dia suka dia membuat sebuah konten yang dibalut dengan gaya penyampaian yang berbeda, dan dia juga lebih enjoy dengan apa yang dia buat. Dengan begitu dia memiliki ciri khas dimata khalayak umum sebagai salah satu konten kreator horor di indonesia. #MalamJumat menjadi titik balik berkembangnya channel EwingHD. Banyak respon positif yang dia dapat ketika membuat konten #MalamJumat. Respon baik inilah yang membuat mas Ewing tetap konsisten dalam membuat konten horor setiap minggunya. Konsistensi juga penting dalam membuat suatu karya. "Gw ingin banget konsisten dalam pembuatan #MalamJumat tapi ya ada suatu hal yang harus gw kerjain juga misal shooting dan lain hal. Kalau gw gak sakit parah atau jatuh masih gw usahain untuk bikin #MalamJumat itu" kata mas Ewing.

Saya pribadi adalah orang yang tidak terlalu menyukai horor, tetapi saya menikmati konten #MalamJumat yang dibuat oleh mas ewing. Karena dia menguak konteks horor yang belum saya ketahui sebelumnya. Pemilihan kata atau bahasa yang dia gunakan juga mudah untuk dicerna oleh orang yang tidak begitu menikmati horor seperti saya. Ditunggu selalu karya-karya selanjutnya untuk Mas Ewing, mas Naufal dan bapak nurudin juga. Semoga ada kesempatan untuk menikmati konten dan tulisan yang kalian berikan lagi. SemangArt !!!


Nah kali ini author juga mau membagi tulisanya nih gaes... semoga terhibur.

CERPEN
MENGUKIR  SENJA 
Ciptaan : Ryan Faturrahman

Hari itu, dimana warna jingga menampakkan wujudnya. Ku melihat sosok yang berdiam diri sembari memandang senja di tepi pantai, pandangannya terfokus kepada matahari yang mulai menyembunyikan diri. Terlihat dia tersenyum dan entah mengapa itu menyejukkan hati. Summer Dress dengan motif bunga yang ia gunakan melengkapi keindahannya pada saat itu. Aku hanya terfokus padanya, bukan pada senja yang berubah menjadi malam. Aneh, tapi aku suka. Ingin ku mendekati  tapi otak ku tidak sejalan dengan kata hati.

Keesokan harinya, ku mendatangi tempat yang sama. Berharap bisa bertemu untuk yang kedua kalinya. Ku sudah menyiapkan diriku kali ini. Dan benar, hari ini pun sama, dia memandangi senja. Duduk menghadap kearah cahaya jingga dan membentuk jarinya seperti lingkaran. Sempat sifat pecundangku muncul, tapi aku bisa membuangnya kali ini. Aku memberanikan diri menemuinya dan sekedar berbincang kecil dengannya.

“Permisi mbak, boleh duduk disampingnya gak?” ujarku dengan lembut.
“Oh iya iya boleh kok mas.” Sautnya.
“Dari kemarin saya liat mbak mesti duduk disini, emang spotnya enak yah mbak?”
“Hahaha kok mas merhatiin banget yah.” Jawabnya diakhiri senyuman manis.
“Hahaha, eh by the way kita belom kenalan nih, Kenalin Namaku Lana” ujarku dengan pedenya.
“Oh mas Lana, panggil aku Sani aja mas” jawab Sani.
“Kok dipanggil mas seh, Lana aja loh San” kataku sambil tersenyum.
“Iya Lan iya, kamu emang sering ke pantai ini yah?” tanya Sani.
“Biasanya sepulang aku kerja sih, aku suka ngeliat sunset di pantai ini, gak tau kenapa itu bikin rasa lelah aku jadi hilang gitu, kalau kamu?” ujarku sambil memandang kearah senja.
“Aku suka sama nuansa di pantai ini, tidak terlalu sepi juga tidak terlalu ramai, dan aku bisa melihat matahari terbenam dengan indahnya.” Jawab Sani.
               
Aku sempat menatap wajahnya yang menghadap kearah senja, ditambah hembusan angin yang membuat rambut panjangnya terombang-ambing layaknya ombak di lautan. Dari percakapan kecil itu kami mulai dekat hingga bertukar nomor telfon. Tetapi selama bertemu dan berkomunikasi aku belum pernah menyatakan perasaanku padanya. Kami masih sering bertukar pesan walaupun jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Hingga suatu hari, Sani mulai tidak menghubungiku. Kucoba untuk menghubunginya tetapi yang kudapat hanya ocehan “Nomor yang anda masukkan sedang sibuk”. Aku memutuskan ke pantai untuk menenangkan diriku disana. Aku berfikir, mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, atau mungkin sedang berlibur dengan keluarganya. Tetapi biasanya dia masih sempat untuk memberitahuku melalui SMS. Mungkin ini yang disebut dengan rindu dan khawatir padahal aku bukan siapa siapanya.

Keesokan harinya, aku menuju pantai itu lagi, berharap dia ada disana. Lalu sebelum pintu masuk pantai, seorang security tiba-tiba memanggilku.

“Mas yang sering bareng mbak yang suka pake daster pendek itu kan ya?” tanya security itu.
“Daster pendek pak? Daster pendek.. yang kayak gimana ya pak?” tanyaku kebingungan.
“ituloh yang ada motif bunga nya mas biasanya kan bareng mas duduk di situ” kata security sambil menunjuk spot favorit Aku dan Sani.
“Woalah, Summer Dress itu pak namanya bukan daster pendek” jelasku.
“Oh iya mas, semer des itu” jawab security.
“loh kenapa pak memangnya? Bapak ngeliat dia tadi kesini kah? Apa udah pulang?” tanyaku dengan penasaran.
“Enggak mas, saya cuman mau tanya keadaannya, apakah sudah mendingan sekarang?” tanya security.
“Keadaan apa ya pak maksudnya?” tanyaku makin bingung.
“Mas e gimana seh, ya keadaan mbaknya mas, yang kecelakaan tiga hari lalu, pas mau nolongin anak kecil itu loh” jelas security.
“Kecelakaan pak ? Kapan pak? Sekarang dia ada dimana? Pantas saja tidak ada kabar Ya Tuhan..” jawabku kaget.
“Loh loh loh loh.. masnya berarti nggak-..” ujar security yang belum selesai berbicara.
“Tolong pak kasih tau tempat dimana dia dirawat, saya mau langsung kesana” potongku sebelum security itu selesai bicara.
“Anu mas.. di RS. Soekarno Jaya mas, ketika saya menemani mengantar kalau tidak salah di ruangan Bunga Matahari nomer 20. Tidak lama setelah itu saudaranya datang jadi saya langsung balik kesini mas.” Jelas security.
“Makasih pak.. makasih banyak sudah mau memberitahu saya”

Tanpa pikir panjang aku langsung menuju ke rumah sakit tempat dimana Sani dirawat. Selama perjalanan yang kupikirkan hanya keadaannya. Sempat pula aku menangis karena aku tidak ada disana pada waktu itu untuk menolongnya.Sesampainya di rumah sakit, aku bergegas mencari ruangan yang diberitahu bapak security tadi. Hingga aku melihat ruangan di sebelah ruangan ICU dan tampak dua orang menunggu diluar ruangan itu. Ku hampiri mereka lalu ku memperkenalkan diriku. Ternyata mereka adalah orang tua Sani. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang tuanya, memang terkesan tidak bagus bertemu di rumah sakit. Aku berbincang dengan mereka sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. Ibunya Sani lalu mengatakan sesuatu padaku.

“Nak, tolong jangan jauhi Sani yah, mungkin ada sedikit perubahan di fisiknya, ibu tau kamu orang yang baik karena Sani sering cerita sama ibu.” kata ibu sani sambil berlinang air mata.
“Iya bu, saya tidak akan menjauhi dia” jawabku dengan serius.

Setelah pemeriksaan selesai dan dokter pun keluar dari ruangan itu, aku bergegas memasuki ruangan tersebut dan ku melihat orang yang menemaniku dikala senja sedang terkapar tak berdaya dengan matanya ditutup perban, tangannya di infus, dan banyak goresan luka kecil ditangan kanannya. Entah mengapa tiba-tiba air mataku mengalir. Aku sempat ingin menyalahkan diriku, karena tidak ada disampingnya ketika dia mengalami hal ini. Tetapi suara indahnya masih saja bisa menenangkanku.

“Sudah lan.. jangan nangis terus, kan udah terjadi juga, gak usah nyalahin diri kamu sendiri. Mungkin ini memang jalan Tuhan untukku, aku juga ikhlas akan apa yang sudah terjadi kok.” Ucap Sani dengan senyuman manisnya.

Sejak saat itu, aku membulatkan tekadku dengannya.
Setelah Sani mulai bisa berjalan, aku mengajaknya ke pantai tempat kita biasa melihat senja. Hatiku tergerak untuk menyatakan perasaanku kepadanya. Lalu aku dan Sani duduk di tempat kita pertama kali bertemu. Aku langsung melamarnya pada saat itu juga. Aku lalu mengeluarkan kotak yang berisi cincin dan melamarnya ditengah senja yang sering dia peragakan menggunakan jari-jarinya.

“Aku gak ingin kehilangan momen dimana aku bisa menjagamu pada saat itu, aku gak ingin hal itu terjadi lagi” ucapku dengan serius.
“Ta-tapi kenapa aku? Bukankah masih banyak wanita yang lebih pantas untukmu Lan, kamu liat fisik aku, sekarang mataku buta, aku bahkan tidak bisa melihat kamu lagi.” Tanya Sani sedih sambil menutup mulutnya.
“Mencari kesempurnaan mungkin bisa saja, tetapi aku lebih suka melengkapi kekurangan, dan menjadikannya sempurna. Jadi tolong terima lamaranku ini. Will you marry me?” Ucapku padanya.
“Y-yaa" jawab Sani terharu.

Jika hati sudah menetapi, tidak bisa kita pungkiri. Seperti senja, senja akan selalu ada dan terus ada. Kuharap, aku bisa menjadi senja yang berada disampingnya, yang akan menemaninya hingga akhir dunia.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.


Wassalamualaikum Wr. Wb. 

Kamis, 08 Maret 2018

Chapter II : Perjalanan Jurnalistik


Assalamualaikum Wr. Wb

" If you are not willing to learn, no one can help you. If you are determined to learn, no one can stop you. "

Kamis (08/03), seperti biasa.. it's journalism class timeeeee.. yeayyy... apa kabar semuanya? semoga diberi kesehatan selalu oleh Allah swt. Well pagi kali ini tidak ada yang special yah, adanya malah gupuh 😃 karena Kelas Jurnalistik ini kelas pagi, ada aja hal-hal yang bikin jadi mager. padahal alarm sudah dirangkap sampe lima masih aja susah gitu bangunnya yah hahaha, terus yang paling nyebelin kalau kelas pagi itu antri kamar mandinya, apalagi hari kamis temen-temen kos banyak yang kelas pagi juga, jadi agak berebut deh, pas jalan kuliah pengennya mau beli kue buat sarapan, tapi kok rame banget entar malah telat jadi mutusin buat beli pas balik aja sekalian makan di kosan. Untungnya pas udah balik ibu yang jualan masih ada dan kebeli deh kuenya. eh kok jadi curhat...okeee skip 😆

Hari ini adalah pertemuan kedua dalam penyampaian materi jurnalistik, dan yang akan kita bahas adalah.... cuss langsung ke materi.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERS

Romawi Kuno

Seperti yang kita ketahui, Julius Caisar( 100 - 44 SM) atau sering kita ketahui sebagai "Bapak Pers Dunia" yaitu penemu Acta Diurna (kalau sekarang disebut Papan Pengumuman). Julius Caisar sebenarnya hanya mengembangkan tradisi yang dilakukan oleh Raja Imam Agung pada kerajaan romawi, dengan mencatat segala kejadian penting di Annals. Annals adalah sebuah papan tulis yang biasa digantungkan di serambi rumah. perbedaan dari Acta Diurna dan Annals adalah penempatan mereka. Jika Annals hanya di serambi rumah saja , Acta Diurna ditempatkan di Forum Romawi, jadi akan banyak masyarakat yang mendapatkan informasi.

Mesir

Mesir menemukanteknik pembuatan kertas dari "Papyrus", hal ini juga berdampak pada perkembangan jurnalistik.

China

Perkembangan juga terjadi di Cina pada abad 8M, muncul surat kabar pertama King Pau / Di Bao yang terbuat dari kayu yang dipahat aksara cina. seiring berkembangnya zaman, tahun 1351 M Kaisar Quang Soo mengedarkan surat kabar tersebut secara teratur seminggu sekali (Weekly News).

German

Pada tahun 1450 M mesin cetak pertama kali ditemukan oleh John Guttenberg.Pada Tahun 1457 koran cetak pertama kali muncul di Nurenberg dan berita terbesar pertama pada saat itu adalah hasil ekspedisi columbus pada tahun 1493.

United Kingdom (Inggris)

Tahun 1665 Oxford Gazzete muncul sebagai Surat Kabar Harian pertama di inggris, lalu namanya diganti menjadi London Gazzete. Pada saat inilah istilah NEWSPAPER digunakan.

USA (Amerika)

Di Universitas Basel Swiss pertama kali Jurnalistik dikaji secara akademis oleh Karl Bucher dan Max Weber. Amerika juga membuka School of Journalism di Columbia University pada tahun 1912 yang digagas oleh Joseph Pulitzer.

Kemunculan Televisi

Televisi pertama muncul pada tahun 1950-an. dan masuknya era internet pada tahun 1990-an. Pada era tersebut mulai muncul jurnalistik multimedia. Perusahaan media massa mulai melirik dan melakukan ekspansi dengan membuat media di internet.

Selain membahas perkembangan jurnalistik di luar negeri, ada beberapa bahasan tentang Pers di Indonesia loh. Di Indonesia sudah berkembang Pers pada penjajahan belanda. Sejarah Pers di indonesia sendiri sudah mengalami banyak lika-liku.

PERS DI INDONESIA

Pers Zaman Hindia belanda (1744 - abad 19)

- Belanda mempelopori hadirnya dunia pers di indonesia.
- Surat kabar berkala pertama di batavia (1810) disebut Bataviasche Koloniale Courant
- Tahun 1903 surat kabar pertama yang dibuat oleh pribumi (medan prijaji).

Pers masa orde lama atau Pers terpimpin (1957-1965)

- Tindakan tekanan Pers terjadi, yaitu pembredelan (dicabut ijinnya) terhadap kantor berita PIA, SK Republik, SK Pedoman, Berita Indonesia dan koran Sin Po

- Pada Tahun 1964 kementrian penerangan mengontrol semua kegiatan Pers (karena pada saat itu sedang marak maraknya propaganda)

Pers Orde Baru

- Bukannya lebih bebas pemerintah semakin menekan kebebasan Pers.Pers masih diawasi oleh departemen penerangan.

- Pada tahun 1994 : Tempo, detik, editor, dicabut ijinnya setelah mengeluarkan laporan investigasi masalah penyelewengan pejabat negara. Jadi pada saat ini susah untuk mendeteksi korupsi dan menyebarluaskannya.

Pers Era Reformasi

Tahun 1988 Pers indonesia mulai menikmati kebebasan Pers. Munculnya Trial by the Press atau disebut juga Penghakiman oleh Media, dimana media media sudah mulai bebas memberikan berita/informasi kepada khalayak umum. Bagaikan singa lepas dari kandang. Para media mulai menggunakan insting "Liar" mereka dalam menyajikan berita.

MOMENTUM OF JOURNALISM :

- Mesin Cetak Cepat
Tahun 1880 - 1900 munculnya mesin cepat memungkinkan deadline berita diadakan malam hari dan pada momen ini foto di surat kabar mulai muncul.

- Kemunculan Radio Berita
Tahun 1920 surat kabar dan majalah mendapatkan pesaing baru dalam penderitaan dengan munculnya radio berita.

- Jarum Hipodermik 

Kondisi dimana khalayak menerima informasi dari media massa tanpa disaring terlebih dahulu. Contoh kasusnya di Amerika. Warga Amerika menjadi panik pada saat mendengarkan siaran sandiwara yang menceritakan tentang adanya serangan makhluk Mars yang mengancam makhlum di bumi. Sehingga mereka semua menyelamatkan diri dan bersembunyi di bunker-bunker untuk berlindung. Hal ini biasa juga disebut Panic Broadcast


Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.



Wassalamualaikum Wr. Wb. 














Kamis, 01 Maret 2018

Chapter I : Mengenal Jurnalistik


Assalamualaikum Wr. Wb

Hai, back again with me gaesss dalam berbagi pengalaman belajar jurnalistik di UMM.
Kamis, 01 Maret 2018. Kelas pertama kami dimulai pada pukul 07.30 WIB, Nah karena sudah memasuki minggu kedua dalam perkuliahan jadi materi sudah mulai berjalan. Ngomongin soal jurnalistik saya pribadi bukan orang yang pandai menulis ataupun bercerita. Saya juga tidak memiliki background seorang jurnalis, jadi menurut saya MATKUL Dasar-dasar Jurnalistik ini akan sangat membantu saya dan menambah wawasan tentang dunia jurnalistik itu sendiri.

Nah, kebetulan dosen jurnalistik saya saat ini yaitu dosen yang mengajar MATKUL Azas-azas Manjemen pada semester 1, yaitu Ibu Winda Hardyanti S.Sos, M.Si , jadi kami sekelas sudah mengenal sedikit tentang beliau.

Oke cuss tentang materi pertama yang beliau sampaikan tadi.

ETIMOLOGI JURNALIS

Diurna > Journal > Journalistic

Diurna adalah sebutan untuk Jurnalist pada jaman romawi. Sedangkan, Diurnari adalah sebutan untuk orang yang menulis.

PROSES JURNALISTIK :

Kemampuan mengumpulkan, memilih, mengkoleksikan kegiatan kemudian menuliskanya ke publik
Kustadi Suhandang, 2004

Mengelola , mengumpulkan hingga mempublikasikan informasi harian yang menarik untuk publik
Onong Uchjana, 1981

The collecting, writng, editing, and presenting of news articles in newspapers and magazines and in radio and television broadcast and media social.
Farlex Dictionary

Jadi kesimpulannya yaitu Proses Jurnalistik adalah suatu proses mengumpulkan, mempresentasikan, dan mepublikasikanya kepada khalayak umum. Intinya bagaimana cara kita dapat menceritakan aktivitas harian yang menarik untuk publik.

APA PERBEDAAN JURNALISTIK, MEDIA MASSA, JURNALIS, DAN PERS SIH?

Jurnalistik : adalah proses dalam mencari berita.
Media Massa : adalah sarana yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi (Contoh : Koran, Majalah, Televisi, etc)
Jurnalis : adalah orang yang mencari data, mengolah dan mempublikasikannya.
Pers : adalah lembaga yang mengolah kegiatan jurnalis, wadah untuk para jurnalis menyampaikan berita yang didapat. (Contoh : Jawa Pos, Radar Malang, Kompas, etc)

PRODUK JURNALISTIK

Produk jurnalistik dibagi menjadi 2 yaitu :

News
Dalam berita itu sendiri terdapat jenis-jenis berita yaitu Straight News (Berita Headline), dan Feature.
1. Straight News adalah berita yang biasanya dipaparkan lebih besar dibandingkan berita lainnya dalam surat kabar.
2. Feature adalah berita yang dikategorikan sebagai softnews, yang artinya berita yang diabaikan dan cenderung tidak akan basi.

Views
Views juga memiliki beberapa komponen seperti Artikel, Opini, Kolom, Tajuk Rencana
1. Artikel adalah suatu tulisan yang berisikan fakta dan data yang dapat dipercaya. (Biasanya terdapat pada majalah)
2. Opini adalah tulisan yang dibuat oleh penulis diluar dari lembaga yang berisi tentang pandangan dan pendapat penulis itu sendiri.
3. Kolom adalah pendapat singkat seseorang terhadap suatu persoalan, biasanya lebih menkankan pada aspek pengamatan dan pemaknaan.
4. Tajuk Rencana atau editorial adalah opini dan sikap resmi suatu media massa terhadap persoalan yang kontroversial.

TUJUAN UTAMA JURNALISME

Menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agr mereka bisa hidup bebas dan mampu mengatur diri sendiri.
Bill Kovach

Nah setelah kami membahas beberapa materi tadi, dan sudah mengetahui tujuan utama jurnalisme. Kami disuguhkan kasus yaitu apakah tujuan jurnalisme di indonesia sudah sesuai atau tidak. Dari segi aspek sosial, ekonomi, dan politik. Kebanyakan dari kami merasa tujuan utama jurnalisme belum maksimal. Karena beberapa media massa menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi mereka.

TIPS !!!

HOW TO BE A GOOD JOURNALIST

1. Bisa dan hobi menulis
Tentu dong menjadi seorang jurnalis haruslah bisa dan hobi menulis, gimana kalau gak hobi menulis nanti bawaannya jadi gak enjoy dong hahaha.

2. Terampil berbicara
Jurnalis juga harus terampil dalam berbicara loh, harus bisa menggali informasi dari narasumber dengan terampil.

3. Peduli dan cinta bahasa
Seorang jurnalis harus juga peduli sama bahasa kita, tutur kata yang baik akan mencerminkan diri kita, jadi jurnalis harus bisa berbahasa yang baik yah gaess.

4. Senang bergaul dengan banyak orang
Apa jadinya kalau jurnalis tidak banyak bergaul? Informasi yang akan didapat nanti tidak aktual jadinya dong. Jurnalis harus mempunyai banyak kenalan mulai dari tukang becak sampai pejabat tinggi negara kalau perlu hahaha.

5. Senang berpetualang
Jurnalis harus senang berpetualang mencari informasi-informasi

6. Menyukai tantangan
Apa jadinya kalau dalam liputan sedang terjadi hal yang belum kita rasakan sebelumnya? Jurnalis harus siap dengan segala tantangan yang menghadang.

7. Siap bekerja di bawah tekanan
Seorang jurnalis harus siap lahir dan batin dalam menghadapi tekanan yang akan terjadi nanti. What doesn’t kill you make you stronger.

8. “Panjang Telinga” (Kepo)
Rasa ingin tau yang tinggi akan jadi modal utama loh dalam menjadi seorang jurnalis.

9. “Hidung Tajam” (Kritis)
Jurnalis harus tau momen yang dapat diambil dan menjadi sebuah kajian berita yang bermutu yah.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.


Wassalamualaikum Wr. Wb.