Rabu, 23 Mei 2018

Ulang Tahun ke-27, UMM FM Menghadirkan Penyiar dari Gen FM Surabaya.


Semarak Aksi Radio Berpesta (SEMESTA) menjadi tema ulang tahun UMM FM Sabtu lalu (12/5). Berbeda dengan tahun sebelumnya kali ini UMM FM mengadakan Seminar yang diselenggarakan untuk umum di Eiskaffe, Malang. Mengusung tema seminar “How To Be Good Anouncer” UMM FM mengundang pemateri khusus dari Gen FM Surabaya.

“Ini acara tahunan, dan tiap tahun pasti tema dan acaranya beda-beda. Sebenernya kita itu ingin acaranya benar-benar dinikmati oleh umum, jadi tidak terbatas untuk peserta lomba saja. Jadi biar kita sekalian membranding radio kita gitu, gak cuman di UMM saja, di semua Indonesia kalau bisa, dan juga siapa sih yang gak kenal Gen FM, di Jakarta ada, di Surabaya juga ada,” Ujar Wicha Masitha, selaku panitia.

Untuk membuat orang-orang khususnya anak muda Malang bisa tertarik dengan acara tersebut, UMM FM memilih nuansa cafe untuk tempat seminar kali ini. “Kalau di kampus kan meskipun kita bilang umum tapi kesannya hanya untuk anak kampus saja, mangkanya kita pilih cafe dan kita nyari cafe yang anak muda banget gitu, jadi kita milih Eiskaffe deh,” imbuhnya.


Peserta merasa senang dengan adanya seminar dan pengenalan terhadap dunia broadcasting dan 
announcer yang disampaikan oleh pemateri. “Senang sekali ada acara seperti ini, soalnya kita bisa belajar langsung dari ahlinya yang sudah berpengalaman banget di radio, dan lebih lagi penyiarnya dari Gen FM Surabaya, pastinya sudah professional, sekalian juga bisa ngisi waktu luang saya.” Ujar Iffah, salah satu peserta seminar. (ryn)

Rabu, 16 Mei 2018

Transkrip Wawancara SEMESTA UMM


Narasumber : 

Wicha Riski Sasti Masitha Widodo
(Music Director UMM-FM)

SEMESTA ini diambil dari apasih?

SEMESTA itu diambil dari Semarak Radio Berpesta.

Kenapa mengambil Tema tersebut untuk acara UMM FM?

Jadi sebenernya kita itu ingin acaranya bener-bener dinikmati. Acara-acara sebelumnya itu hanya bisa dinikmati oleh peserta lomba aja, tapi yang sekarang kita ingin acaranya itu dinikmati oleh semuanya, mangkanya kita buka seminarnya juga buat umum, ada OTSnya juga kan. Siapa tau ada yang datang tapi bukan dari anak UMM aja, dari UNIV lain, atau SMA, atau luar kota juga kesini gitu. Jadi maksudnya biar kita itu berpesta radio nggak cuma siaran aja tapi kita juga punya acara buat branding radio kita gitu, jadi gak cuman di UMM aja, di semua Indonesia kalau bisa.

Apakah acara seperti SEMESTA ini yang pertama kali dan hanya berbentuk Seminar saja?

Ini acara tahunan, dan tiap tahun pasti tema dan acaranya beda-beda. Tahun lalu itu lombanya ada lomba announcer, terus ada lomba MC juga, terus malam harinya kita ada Awarding Night gitu. Kalau dari crewnya kita sendiri ada drama musikal.Tetapi untuk tahun ini hanya Seminar dan Lomba.

Kapan Lombanya diadain tuh?

Lombanya itu diadain nanti jam 1 sampe selesai. Sebenernya lombanya itu awalnya babak penyisihan, sebelumnya peserta sudah ngirim voice note, jadi sama juri diseleksi 10 besar, nah 10 besarnya ini sudah finalis semi-final dan nanti semi-final nya dipilih lagi 5 besar nah entar dipilih lagi juara 1,2,3 nya.

Untuk sistem peserta lombanya itu gimana?

Peserta lombanya itu dari umum, usianya 17 - 22 tahun, jadi bebas gitu, nggak cuman anak kuliahan aja kan, pesertanya juga ada yang dari SMA. Pesertanya itu nanti berpasang-pasangan.

Kenapa milih suasana cafe buat acara ini?

Kenapa milih cafe, yang pertama, karena kita pertamanya itu kan ingin di aula kampus aja, tapi ternyata kita kan emang tujuannya ngebranding radio kita, kita juga nyediain OTS, karena acara kita buat umum jadi lebih seru di outdoor aja deh daripada di kampus. Kalau di kampus kan meskipun kita bilangnya umum tapi kesannya kayak buat anak kampus aja gitu padahal target kita kan umum, jadi mangkanya kita pilih cafe dan kita nyari cafe yang anak muda banget gitu.
Mangkanya kita milih Eiskaffe.

Kenapa milih GEN-FM sebagai pemateri seminar?

Sebelum masuk UMM FM biasanya kan ada diklat tuh, terus juga ada job plaining. Waktu job plaining itu kita wisatanya ke GEN-FM jadi kayak kita udah punya nama gitu ke GEN-FM, dan juga siapa sih yang gak kenal GEN-FM , di Jakarta ada, di Surabaya juga ada.

Apa yang diharapkan untuk peserta tahun ini dan untuk UMM FM?


Ya semoga mereka yang bener-bener usaha buat lomba ini semoga hasilnya tidak mengecewakan usaha mereka. Untuk UMM FM semoga dengan adanya acara seperti ini dapat membranding UMM FM dan makin dikenal.

Narasumber :

Iffah Al-Abadiyah
Peserta Seminar SEMESTA

Apakah sudah pernah ikut seminar seperti semesta sebelumnya?

Belum pernah sih, ini baru pertama kali saya ikut seminar radio. Pematerinya juga berbagi Tips dan Ilmu tentang bagaimana menjadi penyiar yang baik.

Apasih manfaat mengikuti seminar seperti ini?

Yang pertama pasti yang mendapatkan ilmu, yang kedua kita dapet pengetahuan baru yang tidak didapatkan di kelas, yang ketiga ya lumayan lah buat ngisi waktu luang.

Senang enggak kalau ada acara seminar seperti ini lagi?

Seneng lah, soalnya kan kita bisa belajar langsung dari penyiar yang udah berpengalaman banget di radio, dan lebih lagi penyiarnya kan dari GEN-FM Surabaya, pastinya sudah professional


Kamis, 03 Mei 2018

Perayaan Hardiknas, Siswa SD Kuliah Satu Hari


Sumber : Instagram @ummcampus

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional pada hari Rabu (2/5) lalu, UMM mengadakan program Kids in College. Dengan melibatkan sejumlah SD disekitar kampus, kurang lebih 60 siswa dari SDK Petra Malang dan SDN Grimoyo 2 diajak untuk mengikuti proses perkuliahan di Lab Ilmu Komunikasi UMM.

Rahadi M.Si selaku Sekretaris Lab Ilmu Komunikasi UMM mengatakan "Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan Anak SD Masuk Kuliah ini. Tadi mereka juga belajar menjadi presenter dan sempat menonton tayangan film anak karya mahasiswa IKOM," ujarnya. Program ini diusung oleh UMM untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada calon penerus masa depan bangsa.

Selain belajar menjadi presenter, mereka juga belajar mengenai proses pembuatan berita TV dan membuat Talkshow sederhana didampingi dosen dan laboran. Tria, siswa SDN Girimoyo 2 salah satunya, "Saya senang sekali belajar menjadi presenter TV, rasanya seperti masuk TV beneran. Sebelumnya saya tidak pernah tahu proses di studio itu seperti apa," ujarnya. (ryn)

Kamis, 26 April 2018

POST TEST "JOURNALISM IN THE INFORMATION AGE"


1. Apa yang dimaksud dengan jurnalisme online?

Jurnalistik yang menggunakan media internet sebagai tempat penyebaran berita. Berita yang disampaikan dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Kegiatan mengumpulkan, menulis, dan mempublisikan berita jurnalisme online menggunakan World Wide Web.

2Jelaskan dua saja perbedaan mendasar antara jurnalisme online dan jurnalisme cetak.

SPACE : 

Jurnalisme Cetak = memiliki ruangan yang terbatas, harus repot-repot mencari dari tumpukan cetakan yang ada.

Jurnalisme Online = memiliki ruangan yang tidak terbatas, kita dapat mengakses berita-berita yang lama dengan mudah.

KELEBIHAN :

Jurnalisme Cetak = Mengandalkan kredibelitas dan aktualitas. Dengan melalui proses yang rumit, kompleks, namun berkat kerumitan itulah hasilnya akan lebih kredibel dan akuntabel dibandingkan urnalistik online

Jurnalisme Online = Mengandalkan kecepatan, informasi yang disampaikan belum tentu kredibel dan aktualitas seperti media cetak, karena media online mementingkan kecepatan dalam mempublikasikan berita kepada masyarakat.

3. Dari sisi audience-nya, apa perbedaan antara broadcast jurnalism dan print jurnalism.

Dalam Broadcast Journalism, audiennya biasa disebut sebagai Listener (Pendengar) untuk Radio, dan Watcher (Penonton) untuk televisi.Dalam Print Journalism, audiennya biasa disebut sebagai Reader (Pembaca).

4. Tradisi jurnalisme televisi menurut Ashadi Siregar adalah standar kelayakan fakta social? Jelaskan maksud pernyataan tersebut!

Jurnalisme adalah kaidah kerja dalam memungut fakta sosial untuk dijadikan informasi. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat merupakan fakta sosial yang terjadi. Disampaikan dengan sedemikian rupa dan secara konseptual agar masyarakat tertarik. Masyarakat juga akan mendapat pengetahuan baru dari adanya jurnalisme televisi menggunakan standar kelayakan fakta sosial.

5. Jelaskan apa keterkaitan jurnalisme online dan jurnalisme warga.
Jurnalisme Online menggunakan internet sebagai alat untuk menyebarkan berita. Dalam Jurnalisme Online, jurnalisme warga juga dapat berperan sebagai wartawan. Citizen Journalism (Jurnalisme Warga) dapat memberikan berita yang telah ia “liput” kepada Jurnalism Online dan akan di publish di website/portal berita mereka.

Kamis, 05 April 2018

Chapter V : Beragam Jurnalisme


Assalamualaikum Wr. Wb


Chapter V is out!!! Welcome back gaes, selamat datang kembali di ulasan jurnalistik ala-ala ini. Kali ini author bakalan mengulas tentang beberapa jenis jurnalisme yang disampaikan di kelas tadi nih. Btw karena minggu depan author ada Midtest jadi postingan akan rehat dulu selama 1 minggu-an, dan author mohon doanya semoga UTS nya dilancarkan yah.. Aamiin.

JENIS – JENIS JURNALISME.

1. Citizen Journalism

Citizen Journalism atau yang dikenal sebagai Jurnalistik Warga merupakan kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak mempunyai background pendidikan seorang jurnalis/wartawan. Istilah lain dari Citizen Journalism yaitu Participating Journalism, Netizen, Grassroot Journalism.

2. Civic Journalism

Civic Journalism merupakan kegiatan jurnalistik yang dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan warga, biasanya memperlibatkan wartawan profesional juga. Civic Journalism membutuhkan target dan tujuan juga harus konsisten pada pemberitaan. Kemampuan wartawan dan redaktur juga diperlukan untuk menggali persoalan.

BENTUK – BENTUK CITIZEN JOURNALISM
  • ·         Partisipasi Audiens, komentar pada blod, blog pribadi, video amatir, berita lokal.
  • ·         Berita independen atau informasi yang ditulis dalam website.
  • ·         Partisipasi dalam berita situs media mainstream (CJ NetTv, Kompas, Detik.com, etc).
  • ·         Artikel MILIS (Mailing List).
  • ·         Bloghouse Warga
  • ·         News Room Citizen Transparency Blogs (Kompasiana, Yourhub.com, etc).
  • ·         Stand-alone citizen Journalism site (Rubrik Citizen Reporter).
  • ·         Model Wiki (Wikipedia).

KELEBIHAN CITIZEN JOURNALISM
  • ·         Citizen Journalism mendorong terciptanya iklim demokratisasi.
  • ·         Seperti yang dikatakan oleh Habermas “ Sebuah negara yang sehat adalah negara   yang memiliki Public Sphere (Ruang Public)”.
  • ·         Memupuk budaya tulis dan membaca masyarakat,
  • ·         Mendukung terciptanya Ruang Public.
  • ·         Manifestasi fungsi Watch Dog.

3. Jurnalisme Presisi

Jurnalisme Presisi merupakan kegiatan jurnalistik yang menekankan pada ketepatan (presisi) informasi dengan menggunakan pendekatan ilmu sosial dalam proses kerjanya.

4. Yellow Journalism

Yellow Journalism atau bisa juga disebut sebagai jurnalisme pemburukan makna bertujuan untuk meningkatkan penjualan dengan memeberikan headline yang bombastis pada berita yang dipublikasikan. Seringkali juga disebut sebagai Penny Pers.

5. Lher Journalism

Lher Journalism merupakan jurnalisme sensasional ditujukan untuk mencari sensasi semata. Biasanya menggunakan gambar-gambar yang berbau pornografi. Sering juga disebut Jurnalisme Pornografi. 

Jurnalisme Lher muncul sebagai representasi jurnalisme kelas bawah. Sebagai simbol perlawanan masyarakat terhadap pemerintahan otoriter. Lebih mementingkan bisnis daripada idealisme dan bisa saja muncul di tengah euforia media massa.

6. Peace Journalism (Jurnalisme Damai)

Jurnalisme damai adalah jenis jurnalisme yang memposisikan berita-berita sebegitu rupa, yang mendorong dilakukannya analisis konflik dan tanggapan tanpa-kekerasasn (non-violent). (Dikutip dari : http://damai.id/jurnalisme-damai-peace-journalism/).

Orientasi Jurnalisme damai merajuk kepada perdamaian, kebenaran, pada golongan masyarakat, pada solusi.

7. War Journalism (Jurnalisme Perang)

Jurnalisme ini berkebalikan dari Jurnalisme Damai. Jurnalisme ini berfokus pada kekerasan dan konflik.

Orientasi Jurnalisme perang merajuk kepada konflik, dua pihak, tak transparan, fokus pada dampak kekerasan, propaganda, golongan elite, kemenangan.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.

Wassalamualaikum Wr. Wb. 



Kamis, 29 Maret 2018

Chapter IV : Hakekat dan Prinsip Pers


Assalamualaikum Wr. Wb


Hello netizen... welcome to chapter IV, YEAY!!!

So i’m going to tell you about journalistic education that i get this morning. Eh kok malah sok inggris yah.. hahahaha cekidott aja..

Tau gak sih kalau PERS merupakan kekuatan keempat dari demokrasi?

Author sendiri juga baru tau tadi ketika hal ini disampaikan oleh Bu Winda bahwa PERS merupakan kekuatan keempat dari demokrasi. Oke mungkin ada yang belum tau kekuatan demokrasi apa saja.

1. Eksekutif
2. Legislatif
3. Yudikatif
4. PERS

Mengapa pers bisa masuk dalam kekuatan keempat demokrasi?

Karena PERS dapat mengkonstruksi dan pengkontrol sosial / kebijakan-kebijakan pemerintah. PERS memiliki kekuatan untuk mengiring opini publik.

KONSEP PERS :

PERS adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, mencari, mengolah, dan meyampaikan informasi.

KONSEP PERS DI INDONESIA :

PERS Pancasila merupakan PERS yang bebas dan bertanggung jawab. Maksudnya adalah PERS bebas mengemukakan pendapat lisan maupun tulisan tetapi juga harus berani bertanggung jawab berdasarkan kode etik jurnalistik, norma,hukum, dan pilar profesionalisme.

PERS SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN SOSIAL DAN BISNIS :

Haris Sumadiria mengatakan, pers akan kokoh jika bertumpu pada pilar penyangga utama :
1. IDEALISME (menegakkan nilai demokrasi dan HAM. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran)
2. KOMERSIALISME (pers harus kuat dan seimbang. Pers tidak boleh rugi, harus untung)
3. PROFESIONALISME (paham yang menilai tinggi keahlian profesional)

PERS SEBAGAI LEMBAGA SOSIAL / KEMASYARAKATAN :

1. Sebagai lembaga/sosial permasyarakatan pers melakukan social control.
2. Dipengaruhi oleh sistem-sistem sosial yang lain.

HAL YANG HARUS DIYAKINI DAN DILAKUKAN UNTUK MENJADI PERS PROFESIONAL :

1. Memiliki keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman.
2. mendapat gaji yang layak sesuai keahlian.
3. terikat moral dan etik.
4. bergabung dengan organisasi pers.
5. memiliki kecintaan pada profesi, tidak semua orang bisa menjalankan profesi ini.

CIRI PERS :

1. Periodesitas : pers harus terbit secara teratur. Berdasarkan periodesitas, dan harus konsisten dalam pilihan penerbitannya.
2. Publisitas : pers ditujukan pada khalayak heterogen baik secara geografis dan psikografis.
3. Aktualitas : informasi yang disampaikan harus mengandung unsur kebaruan, baik dari sisi aktualitas kalender, aktualitas waktu, dan aktualitas masalah.

FUNGSI PERS :

1. Fungsi Informasi (to inform).
2. Fungsi Edukasi (to educate).
3. Fungsi Menghibur (to entertain).
4. Fungsi Mempengaruhi (to influence).
5. Fungsi Menghubungkan dan menjembatani (to mediate).
6. Fungsi Control Social.

TAHU GAK SIH?

Ada 4 tipe jurnalis berdasarkan pengalaman yang dialami oleh Bu Winda selama berkarir di dunia jurnalistik loh.
1. Jurnalis Media Mainstream (Terkenal) yang on the right track. Maksudnya adalah jurnalis yang bila dikasih sangu tidak mau dan bila tidak dikasih pun tidak meminta.
2. Jurnalis Media Mainstream yang bila dikasih sangu mau tapi bila tidak dikasih tidak meminta.
3. Jurnalis Media yang bila dikasih uang mau tapi bila tidak dikasih minta.
4. Nah ini yang Jurnalis Barbar menurut author. Jurnalis media abal-abal yang memang hanya mencari “Amplop”. Bila dikasih mau bila tidak dikasih minta. Biasanya sering disebut Jurnalis Bodrek.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.

Wassalamualaikum Wr. Wb. 

Kamis, 22 Maret 2018

Chapter III : Teori Pers Otoriter


Assalamualaikum Wr. Wb

Hello gaes... welcome to chapter III of this season.. yeay!!
kali ini author akan membahas tentang Teori Pers Otoriter nih. cekidottt gannn and sisss

PENGERTIAN PERS :

Pers berasal dari perkataan Belanda pers yang artinya menekan atau mengepres. Kata pers merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atau mengepres. Pers dalam arti kata sempit yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti kata luas adalah yang menyangkut kegiatan komunikasi baik yang dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televisi, maupun internet. (Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat. 2016. JURNALISTIK : Teori dan Praktik. Bandung :PT REMAJA ROSDAKARYA).

TEORI PERS OTORITER

Teori ini merupakan teori yang paling tua diantara teori yang lain. Teori ini sudah muncul sebelum masa renaisan eropa. Teori Pers otoriter adalah teori pers yang segala tindakan dikuasai oleh negara. Oleh karena itu kebebasan pers tidak diperlukan. Pers hanya boleh memberitahukan hal-hal yang menurut negara benar. Bahkan media asing juga diatur dan dikendalikan seperti media-media yang ada di negara tersebut. Prinsip dari teori ini adalah negara memiliki kedudukan lebih tinggi daripada individu dalam skala nilai kehidupan sosial. 

  • Ciri – ciri Teori Otoriter :

  1. Semua tentang kejelekan / penyimpangan dari yang berkuasa akan ditiadakan dan wartawan tidak memiliki haknya sebagai jurnalis.
  2. Media akan selamanya tunduk pada pemerintah.
  3. Media tidak dapat merusak wewenang pemerintahan.
  4. Media menghindari pertentangan moral dan politik.

  • Keuntungan Teori Otoriter :

  1. Media lebih terkontrol
  2. Menghindari persaingan antar media.
  3. Pemerintah dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan pemberitaan jelek terhadap mereka.
  4. Penyebaran berita hoax dan semacamnya dapat diatasi dengan mudah karena pemerintah memegang kendali sepenuhnya terhadap pers.

  • Kekurangan Teori Otoriter :

  1. Tidak ada kebebasan pers.
  2. Media hanya jadi alat kepentingan pemerintah.
  3. Tidak ada nilai universal dalam pers.
  4. Masyarakat tidak bebas mengkritik pemerintah sehingga akan sulit mengalami kemajuan.


Teori ini tanpa disadari banyak digunakan oleh negara-negara maju sekarang ini seperti Portugal, Cina, Spanyol dan banyak negara di asia dan amerika selatan. Berarti untuk bisa sejajar dengan negara-negara maju, sistem otoritarian cocok untuk digunakan.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.


Wassalamualaikum Wr. Wb. 


Selasa, 13 Maret 2018

Chapter Special : Creative Writing


Assalamualaikum Wr. Wb

“Dari pengalaman kamu akan mendapatkan ide dan inspirasi, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, jika tidak unggul dalam pengalaman, maka bacalah sesuatu. Itu akan membantu kamu dalam berkreasi” - Nurudin M.Si

Selasa (13/03), KASKUS Kreator mengadakan seminar di UMM dengan tema “Kreator Muda di Era Digital”. Bintang tamu dari seminar kali ini yaitu mas Naufal, mas Ewing, dan dosen kami tercinta yaitu bapak Nurudin M.Si, juga ada perwakilan dari KASKUS itu sendiri yaitu mas Yudha dan mas Domi.

Pembahasan tentang penulisan konten dalam sisi penulis dan konten kreator dan KASKUS sebagai wadah yang dapat digunakan untuk membagikan konten yang kita buat. Dari semua yang dipaparkan tadi akan saya ringkas menggunakan perspektif saya.

Sebuah tulisan atau konten yang bagus adalah konten yang dibuat melalui riset yang baik. Akan memunculkan hasil yang berbeda jika kita kekurangan data tentang apa yang akan kita tulis. Selain itu konten yang unik juga dapat menarik perhatian penikmatnya. Isi yang mudah dipahami dan penyampaian yang bagus, serta pemilihan topik yang tepat akan membuat cerita memiliki nilai tambah. Jangan lupa juga kita harus tau tentang siapa yang akan menjadi penikmat konten kita. Karena tidak semua konten dapat diserap oleh semua kalangan. Setiap tulisan punya pasarnya tersendiri.

Mengambil contoh dari Mas Ewing atau biasa disebut EwingHD adalah seorang konten kreator di youtube yang memilh genre horor sebagai ciri khasnya karena hal itu memang disukai mas ewing, dari hal yang dia suka dia membuat sebuah konten yang dibalut dengan gaya penyampaian yang berbeda, dan dia juga lebih enjoy dengan apa yang dia buat. Dengan begitu dia memiliki ciri khas dimata khalayak umum sebagai salah satu konten kreator horor di indonesia. #MalamJumat menjadi titik balik berkembangnya channel EwingHD. Banyak respon positif yang dia dapat ketika membuat konten #MalamJumat. Respon baik inilah yang membuat mas Ewing tetap konsisten dalam membuat konten horor setiap minggunya. Konsistensi juga penting dalam membuat suatu karya. "Gw ingin banget konsisten dalam pembuatan #MalamJumat tapi ya ada suatu hal yang harus gw kerjain juga misal shooting dan lain hal. Kalau gw gak sakit parah atau jatuh masih gw usahain untuk bikin #MalamJumat itu" kata mas Ewing.

Saya pribadi adalah orang yang tidak terlalu menyukai horor, tetapi saya menikmati konten #MalamJumat yang dibuat oleh mas ewing. Karena dia menguak konteks horor yang belum saya ketahui sebelumnya. Pemilihan kata atau bahasa yang dia gunakan juga mudah untuk dicerna oleh orang yang tidak begitu menikmati horor seperti saya. Ditunggu selalu karya-karya selanjutnya untuk Mas Ewing, mas Naufal dan bapak nurudin juga. Semoga ada kesempatan untuk menikmati konten dan tulisan yang kalian berikan lagi. SemangArt !!!


Nah kali ini author juga mau membagi tulisanya nih gaes... semoga terhibur.

CERPEN
MENGUKIR  SENJA 
Ciptaan : Ryan Faturrahman

Hari itu, dimana warna jingga menampakkan wujudnya. Ku melihat sosok yang berdiam diri sembari memandang senja di tepi pantai, pandangannya terfokus kepada matahari yang mulai menyembunyikan diri. Terlihat dia tersenyum dan entah mengapa itu menyejukkan hati. Summer Dress dengan motif bunga yang ia gunakan melengkapi keindahannya pada saat itu. Aku hanya terfokus padanya, bukan pada senja yang berubah menjadi malam. Aneh, tapi aku suka. Ingin ku mendekati  tapi otak ku tidak sejalan dengan kata hati.

Keesokan harinya, ku mendatangi tempat yang sama. Berharap bisa bertemu untuk yang kedua kalinya. Ku sudah menyiapkan diriku kali ini. Dan benar, hari ini pun sama, dia memandangi senja. Duduk menghadap kearah cahaya jingga dan membentuk jarinya seperti lingkaran. Sempat sifat pecundangku muncul, tapi aku bisa membuangnya kali ini. Aku memberanikan diri menemuinya dan sekedar berbincang kecil dengannya.

“Permisi mbak, boleh duduk disampingnya gak?” ujarku dengan lembut.
“Oh iya iya boleh kok mas.” Sautnya.
“Dari kemarin saya liat mbak mesti duduk disini, emang spotnya enak yah mbak?”
“Hahaha kok mas merhatiin banget yah.” Jawabnya diakhiri senyuman manis.
“Hahaha, eh by the way kita belom kenalan nih, Kenalin Namaku Lana” ujarku dengan pedenya.
“Oh mas Lana, panggil aku Sani aja mas” jawab Sani.
“Kok dipanggil mas seh, Lana aja loh San” kataku sambil tersenyum.
“Iya Lan iya, kamu emang sering ke pantai ini yah?” tanya Sani.
“Biasanya sepulang aku kerja sih, aku suka ngeliat sunset di pantai ini, gak tau kenapa itu bikin rasa lelah aku jadi hilang gitu, kalau kamu?” ujarku sambil memandang kearah senja.
“Aku suka sama nuansa di pantai ini, tidak terlalu sepi juga tidak terlalu ramai, dan aku bisa melihat matahari terbenam dengan indahnya.” Jawab Sani.
               
Aku sempat menatap wajahnya yang menghadap kearah senja, ditambah hembusan angin yang membuat rambut panjangnya terombang-ambing layaknya ombak di lautan. Dari percakapan kecil itu kami mulai dekat hingga bertukar nomor telfon. Tetapi selama bertemu dan berkomunikasi aku belum pernah menyatakan perasaanku padanya. Kami masih sering bertukar pesan walaupun jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Hingga suatu hari, Sani mulai tidak menghubungiku. Kucoba untuk menghubunginya tetapi yang kudapat hanya ocehan “Nomor yang anda masukkan sedang sibuk”. Aku memutuskan ke pantai untuk menenangkan diriku disana. Aku berfikir, mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, atau mungkin sedang berlibur dengan keluarganya. Tetapi biasanya dia masih sempat untuk memberitahuku melalui SMS. Mungkin ini yang disebut dengan rindu dan khawatir padahal aku bukan siapa siapanya.

Keesokan harinya, aku menuju pantai itu lagi, berharap dia ada disana. Lalu sebelum pintu masuk pantai, seorang security tiba-tiba memanggilku.

“Mas yang sering bareng mbak yang suka pake daster pendek itu kan ya?” tanya security itu.
“Daster pendek pak? Daster pendek.. yang kayak gimana ya pak?” tanyaku kebingungan.
“ituloh yang ada motif bunga nya mas biasanya kan bareng mas duduk di situ” kata security sambil menunjuk spot favorit Aku dan Sani.
“Woalah, Summer Dress itu pak namanya bukan daster pendek” jelasku.
“Oh iya mas, semer des itu” jawab security.
“loh kenapa pak memangnya? Bapak ngeliat dia tadi kesini kah? Apa udah pulang?” tanyaku dengan penasaran.
“Enggak mas, saya cuman mau tanya keadaannya, apakah sudah mendingan sekarang?” tanya security.
“Keadaan apa ya pak maksudnya?” tanyaku makin bingung.
“Mas e gimana seh, ya keadaan mbaknya mas, yang kecelakaan tiga hari lalu, pas mau nolongin anak kecil itu loh” jelas security.
“Kecelakaan pak ? Kapan pak? Sekarang dia ada dimana? Pantas saja tidak ada kabar Ya Tuhan..” jawabku kaget.
“Loh loh loh loh.. masnya berarti nggak-..” ujar security yang belum selesai berbicara.
“Tolong pak kasih tau tempat dimana dia dirawat, saya mau langsung kesana” potongku sebelum security itu selesai bicara.
“Anu mas.. di RS. Soekarno Jaya mas, ketika saya menemani mengantar kalau tidak salah di ruangan Bunga Matahari nomer 20. Tidak lama setelah itu saudaranya datang jadi saya langsung balik kesini mas.” Jelas security.
“Makasih pak.. makasih banyak sudah mau memberitahu saya”

Tanpa pikir panjang aku langsung menuju ke rumah sakit tempat dimana Sani dirawat. Selama perjalanan yang kupikirkan hanya keadaannya. Sempat pula aku menangis karena aku tidak ada disana pada waktu itu untuk menolongnya.Sesampainya di rumah sakit, aku bergegas mencari ruangan yang diberitahu bapak security tadi. Hingga aku melihat ruangan di sebelah ruangan ICU dan tampak dua orang menunggu diluar ruangan itu. Ku hampiri mereka lalu ku memperkenalkan diriku. Ternyata mereka adalah orang tua Sani. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang tuanya, memang terkesan tidak bagus bertemu di rumah sakit. Aku berbincang dengan mereka sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. Ibunya Sani lalu mengatakan sesuatu padaku.

“Nak, tolong jangan jauhi Sani yah, mungkin ada sedikit perubahan di fisiknya, ibu tau kamu orang yang baik karena Sani sering cerita sama ibu.” kata ibu sani sambil berlinang air mata.
“Iya bu, saya tidak akan menjauhi dia” jawabku dengan serius.

Setelah pemeriksaan selesai dan dokter pun keluar dari ruangan itu, aku bergegas memasuki ruangan tersebut dan ku melihat orang yang menemaniku dikala senja sedang terkapar tak berdaya dengan matanya ditutup perban, tangannya di infus, dan banyak goresan luka kecil ditangan kanannya. Entah mengapa tiba-tiba air mataku mengalir. Aku sempat ingin menyalahkan diriku, karena tidak ada disampingnya ketika dia mengalami hal ini. Tetapi suara indahnya masih saja bisa menenangkanku.

“Sudah lan.. jangan nangis terus, kan udah terjadi juga, gak usah nyalahin diri kamu sendiri. Mungkin ini memang jalan Tuhan untukku, aku juga ikhlas akan apa yang sudah terjadi kok.” Ucap Sani dengan senyuman manisnya.

Sejak saat itu, aku membulatkan tekadku dengannya.
Setelah Sani mulai bisa berjalan, aku mengajaknya ke pantai tempat kita biasa melihat senja. Hatiku tergerak untuk menyatakan perasaanku kepadanya. Lalu aku dan Sani duduk di tempat kita pertama kali bertemu. Aku langsung melamarnya pada saat itu juga. Aku lalu mengeluarkan kotak yang berisi cincin dan melamarnya ditengah senja yang sering dia peragakan menggunakan jari-jarinya.

“Aku gak ingin kehilangan momen dimana aku bisa menjagamu pada saat itu, aku gak ingin hal itu terjadi lagi” ucapku dengan serius.
“Ta-tapi kenapa aku? Bukankah masih banyak wanita yang lebih pantas untukmu Lan, kamu liat fisik aku, sekarang mataku buta, aku bahkan tidak bisa melihat kamu lagi.” Tanya Sani sedih sambil menutup mulutnya.
“Mencari kesempurnaan mungkin bisa saja, tetapi aku lebih suka melengkapi kekurangan, dan menjadikannya sempurna. Jadi tolong terima lamaranku ini. Will you marry me?” Ucapku padanya.
“Y-yaa" jawab Sani terharu.

Jika hati sudah menetapi, tidak bisa kita pungkiri. Seperti senja, senja akan selalu ada dan terus ada. Kuharap, aku bisa menjadi senja yang berada disampingnya, yang akan menemaninya hingga akhir dunia.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.


Wassalamualaikum Wr. Wb. 

Kamis, 08 Maret 2018

Chapter II : Perjalanan Jurnalistik


Assalamualaikum Wr. Wb

" If you are not willing to learn, no one can help you. If you are determined to learn, no one can stop you. "

Kamis (08/03), seperti biasa.. it's journalism class timeeeee.. yeayyy... apa kabar semuanya? semoga diberi kesehatan selalu oleh Allah swt. Well pagi kali ini tidak ada yang special yah, adanya malah gupuh 😃 karena Kelas Jurnalistik ini kelas pagi, ada aja hal-hal yang bikin jadi mager. padahal alarm sudah dirangkap sampe lima masih aja susah gitu bangunnya yah hahaha, terus yang paling nyebelin kalau kelas pagi itu antri kamar mandinya, apalagi hari kamis temen-temen kos banyak yang kelas pagi juga, jadi agak berebut deh, pas jalan kuliah pengennya mau beli kue buat sarapan, tapi kok rame banget entar malah telat jadi mutusin buat beli pas balik aja sekalian makan di kosan. Untungnya pas udah balik ibu yang jualan masih ada dan kebeli deh kuenya. eh kok jadi curhat...okeee skip 😆

Hari ini adalah pertemuan kedua dalam penyampaian materi jurnalistik, dan yang akan kita bahas adalah.... cuss langsung ke materi.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERS

Romawi Kuno

Seperti yang kita ketahui, Julius Caisar( 100 - 44 SM) atau sering kita ketahui sebagai "Bapak Pers Dunia" yaitu penemu Acta Diurna (kalau sekarang disebut Papan Pengumuman). Julius Caisar sebenarnya hanya mengembangkan tradisi yang dilakukan oleh Raja Imam Agung pada kerajaan romawi, dengan mencatat segala kejadian penting di Annals. Annals adalah sebuah papan tulis yang biasa digantungkan di serambi rumah. perbedaan dari Acta Diurna dan Annals adalah penempatan mereka. Jika Annals hanya di serambi rumah saja , Acta Diurna ditempatkan di Forum Romawi, jadi akan banyak masyarakat yang mendapatkan informasi.

Mesir

Mesir menemukanteknik pembuatan kertas dari "Papyrus", hal ini juga berdampak pada perkembangan jurnalistik.

China

Perkembangan juga terjadi di Cina pada abad 8M, muncul surat kabar pertama King Pau / Di Bao yang terbuat dari kayu yang dipahat aksara cina. seiring berkembangnya zaman, tahun 1351 M Kaisar Quang Soo mengedarkan surat kabar tersebut secara teratur seminggu sekali (Weekly News).

German

Pada tahun 1450 M mesin cetak pertama kali ditemukan oleh John Guttenberg.Pada Tahun 1457 koran cetak pertama kali muncul di Nurenberg dan berita terbesar pertama pada saat itu adalah hasil ekspedisi columbus pada tahun 1493.

United Kingdom (Inggris)

Tahun 1665 Oxford Gazzete muncul sebagai Surat Kabar Harian pertama di inggris, lalu namanya diganti menjadi London Gazzete. Pada saat inilah istilah NEWSPAPER digunakan.

USA (Amerika)

Di Universitas Basel Swiss pertama kali Jurnalistik dikaji secara akademis oleh Karl Bucher dan Max Weber. Amerika juga membuka School of Journalism di Columbia University pada tahun 1912 yang digagas oleh Joseph Pulitzer.

Kemunculan Televisi

Televisi pertama muncul pada tahun 1950-an. dan masuknya era internet pada tahun 1990-an. Pada era tersebut mulai muncul jurnalistik multimedia. Perusahaan media massa mulai melirik dan melakukan ekspansi dengan membuat media di internet.

Selain membahas perkembangan jurnalistik di luar negeri, ada beberapa bahasan tentang Pers di Indonesia loh. Di Indonesia sudah berkembang Pers pada penjajahan belanda. Sejarah Pers di indonesia sendiri sudah mengalami banyak lika-liku.

PERS DI INDONESIA

Pers Zaman Hindia belanda (1744 - abad 19)

- Belanda mempelopori hadirnya dunia pers di indonesia.
- Surat kabar berkala pertama di batavia (1810) disebut Bataviasche Koloniale Courant
- Tahun 1903 surat kabar pertama yang dibuat oleh pribumi (medan prijaji).

Pers masa orde lama atau Pers terpimpin (1957-1965)

- Tindakan tekanan Pers terjadi, yaitu pembredelan (dicabut ijinnya) terhadap kantor berita PIA, SK Republik, SK Pedoman, Berita Indonesia dan koran Sin Po

- Pada Tahun 1964 kementrian penerangan mengontrol semua kegiatan Pers (karena pada saat itu sedang marak maraknya propaganda)

Pers Orde Baru

- Bukannya lebih bebas pemerintah semakin menekan kebebasan Pers.Pers masih diawasi oleh departemen penerangan.

- Pada tahun 1994 : Tempo, detik, editor, dicabut ijinnya setelah mengeluarkan laporan investigasi masalah penyelewengan pejabat negara. Jadi pada saat ini susah untuk mendeteksi korupsi dan menyebarluaskannya.

Pers Era Reformasi

Tahun 1988 Pers indonesia mulai menikmati kebebasan Pers. Munculnya Trial by the Press atau disebut juga Penghakiman oleh Media, dimana media media sudah mulai bebas memberikan berita/informasi kepada khalayak umum. Bagaikan singa lepas dari kandang. Para media mulai menggunakan insting "Liar" mereka dalam menyajikan berita.

MOMENTUM OF JOURNALISM :

- Mesin Cetak Cepat
Tahun 1880 - 1900 munculnya mesin cepat memungkinkan deadline berita diadakan malam hari dan pada momen ini foto di surat kabar mulai muncul.

- Kemunculan Radio Berita
Tahun 1920 surat kabar dan majalah mendapatkan pesaing baru dalam penderitaan dengan munculnya radio berita.

- Jarum Hipodermik 

Kondisi dimana khalayak menerima informasi dari media massa tanpa disaring terlebih dahulu. Contoh kasusnya di Amerika. Warga Amerika menjadi panik pada saat mendengarkan siaran sandiwara yang menceritakan tentang adanya serangan makhluk Mars yang mengancam makhlum di bumi. Sehingga mereka semua menyelamatkan diri dan bersembunyi di bunker-bunker untuk berlindung. Hal ini biasa juga disebut Panic Broadcast


Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.



Wassalamualaikum Wr. Wb.