Chapter III : Teori Pers Otoriter

Kamis, 22 Maret 2018

Chapter III : Teori Pers Otoriter


Assalamualaikum Wr. Wb

Hello gaes... welcome to chapter III of this season.. yeay!!
kali ini author akan membahas tentang Teori Pers Otoriter nih. cekidottt gannn and sisss

PENGERTIAN PERS :

Pers berasal dari perkataan Belanda pers yang artinya menekan atau mengepres. Kata pers merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atau mengepres. Pers dalam arti kata sempit yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti kata luas adalah yang menyangkut kegiatan komunikasi baik yang dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televisi, maupun internet. (Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat. 2016. JURNALISTIK : Teori dan Praktik. Bandung :PT REMAJA ROSDAKARYA).

TEORI PERS OTORITER

Teori ini merupakan teori yang paling tua diantara teori yang lain. Teori ini sudah muncul sebelum masa renaisan eropa. Teori Pers otoriter adalah teori pers yang segala tindakan dikuasai oleh negara. Oleh karena itu kebebasan pers tidak diperlukan. Pers hanya boleh memberitahukan hal-hal yang menurut negara benar. Bahkan media asing juga diatur dan dikendalikan seperti media-media yang ada di negara tersebut. Prinsip dari teori ini adalah negara memiliki kedudukan lebih tinggi daripada individu dalam skala nilai kehidupan sosial. 

  • Ciri – ciri Teori Otoriter :

  1. Semua tentang kejelekan / penyimpangan dari yang berkuasa akan ditiadakan dan wartawan tidak memiliki haknya sebagai jurnalis.
  2. Media akan selamanya tunduk pada pemerintah.
  3. Media tidak dapat merusak wewenang pemerintahan.
  4. Media menghindari pertentangan moral dan politik.

  • Keuntungan Teori Otoriter :

  1. Media lebih terkontrol
  2. Menghindari persaingan antar media.
  3. Pemerintah dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan pemberitaan jelek terhadap mereka.
  4. Penyebaran berita hoax dan semacamnya dapat diatasi dengan mudah karena pemerintah memegang kendali sepenuhnya terhadap pers.

  • Kekurangan Teori Otoriter :

  1. Tidak ada kebebasan pers.
  2. Media hanya jadi alat kepentingan pemerintah.
  3. Tidak ada nilai universal dalam pers.
  4. Masyarakat tidak bebas mengkritik pemerintah sehingga akan sulit mengalami kemajuan.


Teori ini tanpa disadari banyak digunakan oleh negara-negara maju sekarang ini seperti Portugal, Cina, Spanyol dan banyak negara di asia dan amerika selatan. Berarti untuk bisa sejajar dengan negara-negara maju, sistem otoritarian cocok untuk digunakan.

Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.


Wassalamualaikum Wr. Wb. 


0 komentar :

Posting Komentar