Chapter IV : Hakekat dan Prinsip Pers
Assalamualaikum Wr. Wb
Hello netizen... welcome to chapter IV, YEAY!!!
So i’m going to tell you about journalistic education that i get this morning. Eh kok malah sok inggris yah.. hahahaha cekidott aja..
Tau gak sih kalau PERS merupakan kekuatan keempat dari demokrasi?
Author sendiri juga baru tau tadi ketika hal ini disampaikan oleh Bu Winda bahwa PERS merupakan kekuatan keempat dari demokrasi. Oke mungkin ada yang belum tau kekuatan demokrasi apa saja.
1. Eksekutif
2. Legislatif
3. Yudikatif
4. PERS
Mengapa pers bisa masuk dalam kekuatan keempat demokrasi?
Karena PERS dapat mengkonstruksi dan pengkontrol sosial / kebijakan-kebijakan pemerintah. PERS memiliki kekuatan untuk mengiring opini publik.
KONSEP PERS :
PERS adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, mencari, mengolah, dan meyampaikan informasi.
KONSEP PERS DI INDONESIA :
PERS Pancasila merupakan PERS yang bebas dan bertanggung jawab. Maksudnya adalah PERS bebas mengemukakan pendapat lisan maupun tulisan tetapi juga harus berani bertanggung jawab berdasarkan kode etik jurnalistik, norma,hukum, dan pilar profesionalisme.
PERS SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN SOSIAL DAN BISNIS :
Haris Sumadiria mengatakan, pers akan kokoh jika bertumpu pada pilar penyangga utama :
1. IDEALISME (menegakkan nilai demokrasi dan HAM. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran)
2. KOMERSIALISME (pers harus kuat dan seimbang. Pers tidak boleh rugi, harus untung)
3. PROFESIONALISME (paham yang menilai tinggi keahlian profesional)
PERS SEBAGAI LEMBAGA SOSIAL / KEMASYARAKATAN :
1. Sebagai lembaga/sosial permasyarakatan pers melakukan social control.
2. Dipengaruhi oleh sistem-sistem sosial yang lain.
HAL YANG HARUS DIYAKINI DAN DILAKUKAN UNTUK MENJADI PERS PROFESIONAL :
1. Memiliki keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman.
2. mendapat gaji yang layak sesuai keahlian.
3. terikat moral dan etik.
4. bergabung dengan organisasi pers.
5. memiliki kecintaan pada profesi, tidak semua orang bisa menjalankan profesi ini.
CIRI PERS :
1. Periodesitas : pers harus terbit secara teratur. Berdasarkan periodesitas, dan harus konsisten dalam pilihan penerbitannya.
2. Publisitas : pers ditujukan pada khalayak heterogen baik secara geografis dan psikografis.
3. Aktualitas : informasi yang disampaikan harus mengandung unsur kebaruan, baik dari sisi aktualitas kalender, aktualitas waktu, dan aktualitas masalah.
FUNGSI PERS :
1. Fungsi Informasi (to inform).
2. Fungsi Edukasi (to educate).
3. Fungsi Menghibur (to entertain).
4. Fungsi Mempengaruhi (to influence).
5. Fungsi Menghubungkan dan menjembatani (to mediate).
6. Fungsi Control Social.
TAHU GAK SIH?
Ada 4 tipe jurnalis berdasarkan pengalaman yang dialami oleh Bu Winda selama berkarir di dunia jurnalistik loh.
1. Jurnalis Media Mainstream (Terkenal) yang on the right track. Maksudnya adalah jurnalis yang bila dikasih sangu tidak mau dan bila tidak dikasih pun tidak meminta.
2. Jurnalis Media Mainstream yang bila dikasih sangu mau tapi bila tidak dikasih tidak meminta.
3. Jurnalis Media yang bila dikasih uang mau tapi bila tidak dikasih minta.
4. Nah ini yang Jurnalis Barbar menurut author. Jurnalis media abal-abal yang memang hanya mencari “Amplop”. Bila dikasih mau bila tidak dikasih minta. Biasanya sering disebut Jurnalis Bodrek.
Oke Terima Kasih kepada para pembaca yang mau membaca di blog ini. Semoga ilmu yang ada di blog ini dapat bermanfat bagi para readers semua. Kritik dan saran kalian akan sangat membantu dalam memperbaiki konten yang akan saya berikan selanjutnya. Cheerssss gaess.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
0 komentar :
Posting Komentar